|
Perkenalkan, saya Heru, Heru Tjandranata. Saya pengelola bisnis jasa foto pernikahan heru tanda seru! Saya baru memulai bisnis ini sejak tahun 2004, dan terutama saya banyak melakukan pemotretan outdoor prewedding.
Pada tahun tersebut, foto outdoor prewedding masih belum sepopuler sekarang.
Salah satu faktor penting dalam merencanakan sesi foto outdoor prewedding adalah pemilihan lokasi pemotretan yang disesuaikan tema dan/atau konsep. Amat disayangkan, kenikmatan mengabadikan lokasi eksotis seolah-olah harus dibayar sangat mahal. Bahkan untuk tempat-tempat publik yang semestinya merasa dibantu apabila kita mempopulerkan sebuah tempat wisata, sebaliknya malah tempat-tempat ini yang lalu memberi harga yang tinggi untuk difoto. Aneh bukan? Tempat-tempat yang pada waktu saya pertama kali memegang kamera sangat menyenangkan untuk difoto, menjadi tempat yang menyeramkan waktu kita membaca harga yang harus dibayar. Walaupun sebenarnya secara profesional dalam melakukan sesi pemotretan, anda sebagai klien yang membayar, namun dalam hati kecil saya, tetap hal itu tidak dapat diterima akal saya. Lalu, bagaimana caranya agar tetap bisa memuaskan hati saya, dan anda tetap mendapat foto luar biasa, tanpa harus membayar ijin lokasi? Untuk itu, saya secara kontinu tidak pernah berhenti mencari lokasi pemotretan gratis yang tidak kalah hebat hasilnya dengan lokasi berbayar. Dan saya akan berbagi salah satunya. Tiga Gereja Tua di Bandung Untunglah, tempat beribadah masih tetap sebuah rumah Tuhan. Tidak ada komersialisasi, dan tidak ada pungutan liar. Karena rute kita kali ini keliling gereja, ada baiknya anda tidak menjadwalkan sesi pemotretan pada hari Sabtu dan Minggu, atau hari libur kristiani. Di tempat-tempat berikut ini, anda hanya perlu meminta ijin di kantor sekretariat, dan tetap, tidak berbayar. Tentu saja, yang pernah ke Bandung pasti tahu gereja ini. Gereja Katedral, Jalan Merdeka no 14, Bandung. Tempat yang sudah dipugar beberapa kali ini tetap menampakkan keindahan aslinya.  Ada beberapa tempat menarik, antara lain tentu saja di halaman depan gereja, atau naik ke atas kantor sekretariat dimana banyak pengulangan kolom-kolom yang pada jam-jam tertentu mendapat pencahayaan matahari dengan begitu indahnya.  Untuk kemudahan anda sendiri, sebaiknya anda sendiri sebagai pasangan yang menemui sekretariat agar diketahui dan mereka akan membantu anda. Dari Gereja Katedral ini, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Gereja Bethel, yang hanya 2 menit jalan kaki dari Gereja Katedral. Sebuah ciri khas gereja ini, terdapat orgel, atau organ pipa yang begitu megahnya didalam ruang kebaktiannya.  Halaman depan yang luas membuat lokasi ini bisa dibuat berbagai macam konsep tema foto. Dengan ciri khas sebuah menara disamping bangunan utama, menjadikan tempat ini lokasi pilihan untuk pemotretan. Dari Gereja Bethel, kita pindah lagi ke lokasi lain. Gereja ini tidak sepopuler Gereja Katedral atau Gereja Bethel yang jemaatnya begitu banyaknya. Gereja yang terakhir yang saya ulas disini adalah, Gereja Katolik Bebas S.Albanus. Berlokasi di Jalan Banda 26, anda akan sangat mudah menemukannya. Berlokasi didepan Gedung Olah Raga Saparua, gereja ini sangat khas dengan tulisan S. Albanus-nya.  Bangunan gereja ini sebagian disewakan pada yayasan pendidikan bahasa Belanda, jadi anda akan menemukan papan nama yayasan ini juga. Halaman depan gereja ini ditutupi rumput tipis, dengan bentuk bangunan yang masih jelas terlihat, namun karena bangunan lama, sudah terlihat tidak terurus di beberapa bagian.  Gereja ini jemaatnya sudah tinggal sedikit, dan hanya ada satu orang pastur yang bertanggung jawab disini. Sediakan waktu lebih. Pasturnya karena hanya tinggal sendiri saja, dia sangat senang diajak bercakap-cakap. Anda akan diajak keliling gereja, termasuk melihat bagian dalam bangunan ini. Ruangan yang disewakan untuk yayasan pendidikan bahasa Belanda yang saya ceritakan tadi, sebelumnya merupakan ruangan perpustakaan. Karena sekarang sudah disewakan, maka buku-buku yang semestinya ada di perpustakaan, dipindahkan ke ruang kebaktian. 
 Di gereja ini, terdapat sebuah organ elektronik kecil, yang sangat tua umurnya, dan sangat unik. Organ ini bekerja dengan aliran udara, dengan prinsip kerja mirip orgel. Dioperasikan dengan pompa vacuum dan pedal yang harus anda kayuh waktu memainkannya. Organ seperti ini hanya ada 4 di Indonesia, dan hanya 2 yang masih beroperasi. Yang ada disini salah satunya. Disarankan, anda tiba di gereja ini sekitar pukul 14:00, karena jatuhnya sinar matahari sangat baik bekerja sama dengan foto-foto yang dibuat pada waktu ini. Demikianlah perjalanan kita mengunjungi 3 buah gereja tua di kota Bandung ini. Dan saya masih punya banyak pengalaman menarik untuk lokasi foto eksotis yang tidak berbayar. Mudah-mudahan tulisan saya ini berguna untuk anda dalam merencanakan pemotretan outdoor prewedding. Waktu seribu kata hanya membisu, biar foto yang bicara.
Penulis Heru Tjandranata Jalan Pandu 31 Bandung 40172 08122377507
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Artikel ini ditulis untuk WeddingKLIK.Com Recommend this article...
|