Koq mahal sekali yach ? Itu merupakan obrolan yang sering kita dengar antara klient dan vendor photo wedding. Sebenaranya faktor apa saja sich yang ikut menentukan "Harga Jual" suatu photo ? Yukk ... kita lihat yukk ....
Kita coba bahas satu-persatu yach dan akan ditulis secara terpisah karena banyaknya faktornya. Ada dua faktor utama dalam menentukan suatu harga jual "internal" dan "ekternal" Internal 1. Skill atau ketrampilan seorang photographer Kecekatan dan tanggap dalam melihat suatu moment, susah-susah gampang, walaupun moment suatu pernikahan itu merupakan suatu bentuk “upacara” yang umum dan lazim terjadi. Tapi bagi seorang photographer, harus melihat moment yang tidak bisa diprediksi, misalnya tiba-tiba pengantin atau orang tua “menangis bahagia” sampai menitikkan air mata, atau “senyum bahagia” dari pengantin. 2. “Angle Camera” dan komposisi gambar Merupakan ciri khas dari seorang photographer, sangat menentukan hasil bidikannya, keputusan untuk mengambil low angle, eyes level, high angle, extreme close up, close up, medium maupun wide, sepenuhnya tergantung dari photographer tersebut. 3. Peralatan dan Perlengkapan Atau biasanya disebut dengan “gears” yang dipakai sangat menentukan hasil akhirnya, sedikit bahasan saja, misalnya suatu lensa dengan bukaan diagfragma lebar f/1.2 sudah pasti harga lensa itu lebih mahal dua atau tiga kali dari lensa yang bukaannya lebih kecil f/1.8. Apa sich bedanya ?, yach dengan lensa bukaan lebar, akan membantu sekali ketika “avaible light” maupun “low light”, dengan gambar yang dihasilkan adanya DOF (depth of field) kedalaman ruang yang membentuk gambar terkesan “artistik”. Begitu juga dengan lampu yang digunakan, ketika menggunakan lampu studio yang tidak konstan di 5600 Celvin (daylight), maka akan jatuhnya warnanya kekuning-kuningan (tungsten = 3200 Celvin), begitu juga dari sisi harga bisa 3 sampai 4 kali lebih mahal Untuk faktor nomor 1 dan 2 itu harga yang ditetapkan sangat tergantung dari “pengalaman dan keahlian” dari photographer tersebut, nilainya sangat “variable” walaupun ada “range” harganya. Yang paling mudah, kamu bisa melihat itu semua dari karya yang sudah dibuat photographer tersebut, baik karya pribadi photographer maupun karya studio wedding “X” tersebut (karya bersama, 2 atau 3 orang photographer), dan kalau kamu cocok, kamu perlu pastikan bahwa photographer yang bertugas adalah orang tersebut.
Untuk faktor nomor 3, harga yang ditetapkan berdasarkan nilai penyusutan dari Peralatan dan Perlengkapan tersebut. Kamu bisa menanyakan tentang jenis kamera, lensa dan lighting yang digunakan, kalau perlu kamu berhak koq, minta listing alat yang akan digunakan, walaupun sebenarnya kamu ‘nggak ngerti, tapi kamu bisa cari tahu tentang alat-alat tersebut dan “gambaran” kurang lebihnya akan seperti apa hasil photo kamu. Paling tidak kamu bisa “shock theraphy” bagi vendor photo yang “nakal”. Jadilah “Client Yang Cerdas” dan “Vendor Yang Pintar” jadi tidak ada lagi obrolan “KOQ PHOTONYA MAHAL YACH ? “ obrolan sekarang adalah “TIDAK ADA MAHAL DAN MURAH, YANG ADA HARGA SEBANDING DENGAN HASIL PHOTONYA” (bersambung; jika senggang) Semoga Bermanfaat; Lukluk Ratrika 0812.9506532 www.adprofoto.com email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Kumpulan Artikel Lainnya dari AdPro Recommend this article...
|
great explanation!
terimakasih udah mau sedikit meringankan bebanku juga..
hihi btw aku jg suka nulis2 tentang "pencerahan" untuk calon pengantin dgn seputar bahasan yang hampir sama (di blog laen)...
sayangnya sih sekarang dah brenti, nggak ada waktu senggang
pffff mengingat sekarang banyak sekali vendor nakal ya mbak...
ok keep rocks!!
salam dari alias project